Senin, 01 September 2008

Pentingnya Asuransi

Dalam Financial Planning, asuransi memegang peranan yang sangat penting bagi kita untuk mencapai tujuan keuangan (Financial Objectives) kita. Asuransi juga melindungi kita dalam mengumpulkan kekayaan untuk mencapai financial independent, makanya asuransi dalam financial planning disebut sebagai Wealth Protection (pelindung kekayaan).

Tiga resiko utama dalam kehidupan kita sebagai manusia adalah :
- mati terlalu muda
- hidup terlalu lama dan
- mati tidak hidup tidak (sakit/disabilities).

Kenapa kita perlu dilindungi oleh asuransi ? Jawabannya karena anda sebagai orang yang memberikan penghasilan bagi keluarga anda, untuk itu anda harus menyadari penghasilan anda sangat berarti bagi kehidupan anda dan keluarga anda, bukan juga berarti menggantikan jiwa anda dengan suatu nilai ekonomis, karena jiwa anda tak ternilai harganya tetapi lebih kepada apresiasi terhadap diri anda sebagai kepala rumah tangga yang memiliki tanggungan istri dan anak.

Apakah anda sudah yakin bahwa nilai pertanggungan asuransi anda sudah mencukupi apabila anda mengalami salah satu resiko utama di atas ? Kita tidak dapat mengatakan bahwa nilai pertanggung asuransi kita belum mencukupi (under insure) atau sebaliknya mungkin saja kita sudah melebihi kebutuhan (over insure) sehingga premi asuransi yang kita bayarkan sudah tidak efisien. Cukup tidaknya asuransi kita sangat tergantung dengan rencana keuangan kita, dengan melakukan perencanaan keuangan keluarga yang komprehensif (comprehensive Financial Planning) kita dapat mengetahui berapa jumlah nilai pertanggungan yang dibutuhkan dalam perencanaan asuransi (Insurance Planning).

Secara umum asuransi terbagi dalam 3 jenis, yaitu :

- Asuransi jangka waktu (term life insurance)
- Asuransi seumur hidup (whole life insurance)
- Asuransi multi guna (endowment life insurance)

Selain asuransi di atas, asuransi yang kita butuhkan dalam perencanaan keuangan, asuransi kesehatan juga sangat dibutuhkan terutama dalam perencanaan pensiun (retirement planning). Pentingnya asuransi dalam perencanaan keuangan dapat juga dilihat dari sudut yang berbeda bahwa asuransi adalah pihak yang melanjutkan rencana keuangan kita apabila salah satu resiko menimpa diri kita. Asuransi akan menghidupi keluarga kita termasuk anak-istri kita dari nilai pertanggungan yang diterima, asuransi juga akan membayar semua biaya pendidikan anak-anak kita.

Resiko bisa terjadi, bisa juga tidak terjadi, resiko kita dikompensasikan dengan premi yang dikeluarkan, dengan kata lain, kita sudah mengetahui resiko kita dalam hidup dan kita sudah tahu bahwa resiko kerugian dalam asuransi adalah sebesar premi yang dikeluarkan apabila resiko hidup kita tidak terjadi. Prinsip asuransi dalam Financial Planning adalah premi harus seefisien mungkin dengan perlindungan yang memadai. Lindungilah diri anda karena hidup anda sangat berarti.

Mobil Baru atau Bayar Utang

Pernah dalam suatu kesempatan seorang teman saya bertanya kepada saya. Mana yang harus didahulukan membeli mobil baru atau membayar utang kartu kreditnya ? Teman saya tersebut bernama Agus (nama samaran) baru mendapatkan bonus sebesar Rp. 35 juta dari perusahaan tempatnya bekerja dan mempunyai utang kartu kredit sebesar Rp 17 juta dengan bunga harian 0,1% per hari atau 36% per tahun.

Agus memiliki mobil keluaran tahun 2000 dengan nilai kira-kira Rp. 80 juta yang dibelinya pada harga Rp. 120 juta dengan cara mencicil selama 3 tahun dan cicilan mobilnya telah lunas kira-kira 2 bulan yang lalu. Dia (agus) ingin membeli mobil baru senilai Rp. 180 juta dengan cara menjual mobil lamanya ditambah uang bonusnya siisa dibayar dengan cara mencicil pada suku bunga kredit tetap sebesar 12% per tahun selama 3 tahun. Agus sendiri berpenghasilan bersih sebesar Rp. 8 juta per bulan.

Sebelum saya memberikan advis kepadanya tentang mana yang harus didahulukan saya melakukan beberapa kalkulasi

Kartu Kredit (Belum termasuk utang baru)

Bunga yang harus dibayar perbulan = 36%/12 X Rp 17 Juta = Rp. 510.000,-
Cicilan pembayaran setiap bulan Rp. 1.000.000,- maka total pembayaran kartu kredit per bulan sama dengan Rp. 1.510.000,-

Cicilan Mobil baru

Bunga flat 12% per tahun untuk pinjaman selama 3 tahun maka bunga efektif sebesar 21,20%
Jumlah Pinjaman = Rp. 180 Juta – (Rp. 80 Juta + Rp. 35 Juta) = Rp. 65 Juta

Dengan suku bunga seperti di atas dan masa cicilan 3 tahun, Agus harus membayar cicilan sebesar Rp. 2.455.556 per bulan
Total cicilan kartu kredit dan mobil yang harus dibayar oleh Agus sebesar Rp. 1.510.000 + Rp. 2.455.556 = Rp 3.965.556,- atau sama dengan 49.57% dibandingkan dengan penghasilannya.

Akhirnya saya memberikan advis kepada Agus untuk melunasi kartu kreditnya karena dengan membeli mobil baru Agus akan menambah utang yang ada dan dirinya juga telah memanfaatkan masa depannya. Setelah dia melunasi kartu kredit dirinya masih memiliki uang Rp. 18 juta kalau diinvestasikan selama 3 tahun dengan suku bunga 12% per tahun hasilnya akan menjadi Rp. 25.738.838. Dengan menunda membeli mobil baru dan cicilan sebesar Rp. 3.965.556 setiap bulan akan diinvestasikan selama 3 tahun dengan suku bunga yang sama akan menjadi Rp. 172.532.011 total akan menjadi Rp. 198.270.849,- Ini berarti kekayaan Agus akan bertambah menjadi Rp. 198.270.849,- dalam tiga tahun mendatang.

Sedangkan bilamana Agus membeli mobil tersebut harga mobil tersebut akan menyusut sebesar 40% selama 3 tahun akan menjadi Rp. 108 juta dan kekayaan Agus berkurang sebesar Rp. 72 juta, mana yang lebih baik ?

Financial Independent

Dalam beberapa tulisan yang lalu, saya selalu mengemukakan tentang Financial Independent, banyak orang bertanya-tanya dalam kondisi apakah seseorang akan disebut Financial Independent. Financial Independent dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai bebas dari masalah keuangan. Dengan tercapainya Financial Independent sama artinya kita sudah tidak perlu bekerja lagi untuk memperoleh penghasilan tetapi dengan kekayaan yang ada kita dapat memperoleh penghasilan.

Seseorang yang telah mencapai Financial Independent tidak akan dikuasai oleh uang melainkan dialah yang menguasai uang. Uang akan bekerja untuk dirinya dan orang tersebut akan mengalami kesejahteraan dan dapat menikmati kesejahteraan yang telah dibangun olehnya.

Bagaimana caranya agar kita dapat mencapai Financial Independent ? Financial Independent dapat dicapai mengakumulasikan kekayaan melalui penyisihan dari pendapatan kita dan melakukan investasi sampai jumlah tertentu dan setelah tercapai jumlah tersebut kekayaan tersebut akan memberikan penghasilan yang dapat kita pergunakan pada saat kita sudah tidak bekerja lagi. Kekayaan tersebut dapat berupa aset dan sejumlah dana antara lain rumah tempat tinggal yang sudah lunas pembayaran cicilan, dana pendidikan anak sudah tersedia, dana pensiun sendiri yang cukup untuk biaya hidup setelah pensiun.
Rumus Financial Independent dapat disederhanakan menjadi :

Financial Independent = Home + Saving & Investments

Dimana,

Home = rumah yang sudah lunas dibayar dan menjadi tempat tinggal
Saving = Dana pendidikan dan Dana pensiun sendiri
Investments = Investasi atas saving yang ada

Orang yang sudah mencapai Financial Independent adalah orang yang sudah tidak bekerja dari untuk memperoleh penghasilan dana pensiun yang tersedia akan memberikan income atau penghasilan rutin setiap bulan. Cara orang tersebut mencapai Financial Independent adalah melakukan akumulasi (wealth accumulation) selama dirinya masih bekerja dan berpenghasilan, kemudian hasil akumulasinya diinvestasikan pada aset-aset yang menghasilkan (wealth management) sesuai dengan rencana yang telah disusun yang kita sebut Financial Plan.

Selama orang tersebut masih bekerja dan berpenghasilan serta menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mencapai suatu nilai tersebut (Future Assets), orang tersebut harus dilindungi oleh asuransi jiwa yang nilai pertanggungannya sebesar Future Assets yang akan dikumpulkan disebut juga wealth protection untuk melindungi dirinya bilamana terjadi sesuatu seperti meninggal dunia, sakit, cacat tetap (disability) dan asuransi jiwa yang akan membawa dirinya atau keluarganya menuju Financial Independent. Hanya dengan Financial Planning yang komprehensif akan membawa kita menuju Financial Independent dan kesejahteraan di masa datang. Tunggu apa lagi !!!

Kenapa Kita Butuh Financial Planning

Kenapa kita membutuhkan Financial Planning atau perencanaan keuangan ? Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, sebenarnya ada yang lebih penting kita jawab adalah siapakah yang membutuhkan perencanaan keuangan ? Jawabannya adalah siapakah yang paling perduli dengan hidup anda nanti ? Anda sendiri, anak-anak anda atau orang lain ? Kita sebagai manusia perlu jaminan hidup di masa tua, kita perlu adanya sedikit kepastian dimana kita akan berada bilamana kita sudah memasuki usia pensiun, kita perlu kesejahteraan di masa tua.

Ada beberapa pilihan yang dapat kita lakukan pada saat kita memasuki usia pensiun sehingga kita mengetahui dimana kita berada nanti, yaitu :

- Bergantung pada orang lain
- Meninggal dunia
- Tetap bekerja
- Mandiri
- Sejahtera

Kita sudah mengetahui bahwa di masa depan yang harus kita hadapi serba tidak pasti dan kalau ditanya kepada setiap manusia pasti akan memilih hidup sejahtera dimasa tuanya. Tetapi bagaimanakah kita dapat mempersiapkan hidup kita sebagaimana manusia yang sejahtera ? Dan perlu diingat kesejahteraan bukan dibangun dalam waktu yang singkat, tidak mungkin dibangun dalam sehari, seminggu, sebulan bahkan setahun. Kesejahteraan perlu dibangun dalam jangka waktu yang lama dengan melakukan akumulasi sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun.

Pada jaman sekarang ini kecenderungan suatu keluarga adalah memiliki anak yang lebih sedikit daripada saat dunia mengalami baby booming sekitar tahun 1950an sampai 1960an, hal ini disebabkan karena berhasilnya program keluarga berencana pemerintah dan kesadaran masyakat akan pendidikan anak-anak mereka. Banyak keluarga sudah menyadari begitu mahalnya biaya pendidikan dan biaya hidup untuk menghidupi keluarga di masa yang akan datang.

Kita akan berubah menjadi sangat tidak bijaksana, bilamana di masa tua, kita bergantung hidup pada anak-anak kita, padahal sekarangpun kita sudah menyadari biaya hidup makin hari akan makin meningkat. Kecenderungan manusia sekarang adalah hidup lebih lama, yang disebabkan oleh membaiknya sarana pelayanan kesehatan dan kesadaran akan hidup sehat. Kalau kita bergantung pada anak-anak kita, akan menyebabkan anak-anak kita menanggung biaya yang mahal untuk menghidupi beberapa generasi. Misalkan kita pensiun pada usia 55 tahun anak kita akan memasuki usia 30 tahun dan memiliki keluarga juga, ketika kita berusia 80 tahun, anak kita memasuki usia pensiun dan cucu kita akan menghidupi 4 generasi yaitu cicit kita, cucu kita, anak kita dan kita sendiri. Mampukah mereka membiayainya ? Perencanaan keuangan yang baik akan membuat kita keluar dari permasalahan yang seperti ini, kita yang akan membiayai hidup kita, kita akan sejahtera nanti di masa tua, kita hidup bebas dari masalah keuangan dan tidak tergantung pada orang lain. Kita mampu menghadapi masa depan yang serba tidak pasti.

Siapkan Emergency Fund

Berapakah pengeluaran anda setiap bulan ? Sudahkah anda mengetahui berapa besar pengeluaran rutin anda setiap bulan ? Perlu kita ketahui jumlah pengeluaran rutin setiap bulan untuk perencanaan keuangan kita dengan baik supaya kita dapat melakukan pengaturan keuangan yang baik dan apa hubungannya dengan emergency fund ?

Setiap hari kita bekerja dan kita memperoleh penghasilan dari gaji yang kita terima setiap hari bulan. Penghasilan itu akan menjadi rutin selama kita mampu melakukan pekerjaan dengan kata lain kita sehat dan atau kita terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dari perusahaan tempat kita bekerja yang dapat disebabkan beberapa hal.

Apa yang dimaksud dengan emergency fund ? Emergency fund adalah suatu dana cadangan yang kita persiapkan apabila kita mengalami hal-hal sepeti di atas yaitu sakit yang menyebabkan kita tidak mampu melakukan pekerjaan atau terkena PHK, kedua hal ini akan menyebabkan kita kehilangan penghasilan untuk sementara waktu sehingga perlu suatu dana cadangan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita selama kita mengalami hal-hal seperti ini.

Jumlah dana cadangan yang kita harus persiapkan adalah relatif tetapi kita dapat melakukannya dengan cara menjustifikasi jumlah pengeluaran kita setiap bulan. Kemudian kita perhitungkan kira-kira berapa bulan lamanya kita tidak mampu memberikan penghasilan. Tidak ada besaran pasti tapi kita mempergunakan rule of thumb kira-kira sebesar 6 bulan pengeluaran artinya kita harus memiliki dana cadangan sebesar 6 kali pengeluaran kita setiap bulan makanya terlebih dahulu kita harus mengetahui besarnya jumlah pengeluaran rutin setiap bulan.

Dana cadangan ini harus ditempatkan pada instrumen yang likuid yaitu mudah dicairkan bilamana terjadi sesuatu pada diri kita seperti tabungan di bank. Dana cadangan ini harus dipisahkan dari rekening untuk pengeluaran rutin kita karena dana ini harus benar-benar tersedia. Bilamana kita tidak memisahkannya akan membuat kita selalu mencoba untuk meminjam dari dana cadangan apabila kita mempunyai kebutuhan yang mendesak. Dana cadangan ini tidak boleh disentuh selama kita tidak mengalami hal-hal di atas, perlu adanya komitmen dalam diri kita dan keteguhan hati untuk menyatakan tidak akan mengambil dari dana cadangan. Kita dapat melaksanakan komitmen seperti ini apabila kita sudah merencanakan segala sesuatunya.

Hal yang terberat dalam mempersiapkan dana cadangan adalah memulai, Bagaimana cara kita memulai mempersiapkan dana cadangan ? Apakah kita harus mempersiapkannya dalam sejumlah 6 kali pengeluaran kita sekaligus atau kita memulai dengan cara mengumpulkan sedikit demi sedikit. Mana yang harus didahulukan emergency fund atau mempersiapkan investasi ? Kalau kita mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan sekaligus kita harus langsung menyiapkannya dan bila tidak kita harus menyiapkannya sedikit demi sedikit. Dari segi prioritas kita harus mendahulukan emergency fund daripada investasi, karena kita harus memiliki jaminan terhadap kelangsungan hidup kita apabila terjadi sesuatu dalam hidup kita. Siapkanlah emergency fund supaya hidup anda lebih aman.

Hobi Belanja

Setiap orang mempunyai hobi masing-masing dalam mengisi kekosongan dalam hidupnya seperti berolah raga, kesenian, koleksi barang termasuk hobi belanja di shopping center atau ada juga yang sekedar ingin memenuhi hobi berbelanja dengan melakukan window shopping di boutique-boutique. Tulisan ini juga akan mengajak anda untuk meneruskan atau mempertahankan gaya hidup hobi belanja anda cuma dalam pola yang berbeda dari hobi belanja yang konsumtif.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang hobi belanja yang lain, marilah kita meninjau terlebih dahulu seperti apakah hobi belanja yang konsumtif ? Hobi belanja yang konsumtif adalah hobi belanja yang semata-mata untuk memenuhi gaya hidup seseorang yang mewah dengan membeli segala sesuatu yang nilainya akan menurun dikemudian hari atau sama sekali tidak ada nilainya seperti membeli pakaian, sepatu, parfum, furniture, houseware, peralatan elektronik dan sebagainya.

Banyak orang yang melakukan membeli mobil dengan alasan untuk mengurangi biaya transportasi tetapi kadang-kadang hal ini menjadi salah, karena dengan memiliki mobil kita juga harus membayar biaya bahan bakar, perawatan mesin, ban, asuransi dan pajak kendaraan. Kita harus mencermati perhitungan ini dengan baik supaya kita dapat merencanakannya dengan benar.

Hobi belanja seperti itu akan membahayakan keadaan keuangan seseorang bilamana tidak dapat dikendalikan apalagi kalau pembelian itu dilakukan dengan memanfaatkan utang yang akan menjadikan orang tersebut terjebak utang. Pola konsumtif ini pada umumnya susah untuk dikendalikan oleh seseorang apabila sudah menjadi kebiasaan (habit), perlu keteguhan hati untuk melakukan change management.

Jadi hobi belanja seperti apa yang dianjurkan dalam perencanaan keuangan ? Sebenarnya sederhana sekali, hobi belanja yang membuat anda akan menjadi lebih sejahtera di kemudian hari, yaitu membeli aset-aset yang nilainya tidak akan turun di kemudian hari yang boleh kita sebut sebagai investasi.

Banyak orang mengatakan investasi itu sulit dilakukan dan perlu uang yang besar. Sebenarnya rahasia sukses dalam investasi itu sederhana sekali apabila kita dapat memenuhi 3 Cukup di bawah ini, yaitu :

- Cukup waktu dalam memilih dan menentukan investasi yang baik
- Cukup uang dalam melakukan investasi
- Cukup pengetahuan dalam melakukan analisa investasi

Pada jaman sekarang, dengan uang minimal Rp. 100.000,- kita sudah dapat melakukan investasi di reksadana sehingga tidak membutuhkan dana yang besar. Kita harus merubah pola window shopping kita ke pola belanja yang lebih menguntungkan dengan cara memperoleh informasi seluas-luasnya dari harian yang memuat tentang reksadana dan perubahan harganya sehingga kita mempunyai kemampuan untuk melakukan analisa. Dengan pola belanja seperti ini selain lebih untung dan juga tidak melelahkan, Selamat berbelanja.

Hargailah Penghasilanmu

Coba anda jawab pertanyaan ini sudah cukupkah penghasilanmu setiap bulan dalam memenuhi kebutuhan keuangan keluarga dan anda sendiri ? Saya yakin sebagian besar dari anda akan menjawab dengan kata tidak cukup. Jadi berapa besar penghasilan anda yang anda anggap cukup sebulan ? 1 juta rupiah ? 2 juta ? 4 juta ? 8 juta ? 16 juta ? 32 juta ? Anda tentu bingung memilih angka tersebut selama anda masih dikuasai oleh uang. Seandainya anda memilih angka 32 juta rupiah sebulan belum tentu cukup karena kita sebagai manusia selalu menganut ‘as goods increase, so do those who consume them, As money increase so do consumption’.

Apa yang anda lakukan pada hari penerimaan gaji anda setiap bulan selain melakukan ‘alokasi nasional’ ? Pernahkan anda mengucap syukur bahwa hari ini saya masih menerima gaji untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan saya sendiri ? Atau anda malahan mengeluh dengan gaji segini saya terima pasti tidak akan cukup sampai tanggal 10 ? Itu sama dengan anda sudah merencanakan bahwa penghasilan anda tidak akan cukup bukan sebaliknya bagaimana saya harus mengatur pengeluaran uang saya supaya cukup sampai akhir bulan ?

Dengan pola seperti itupun anda belum bijaksana dalam memanfaatkan penghasilanmu, karena anda lupa untuk menabung atau belum menyisihkan sebagian penghasilan anda untuk masa depan anda supaya anda benar-benar dapat menghargai penghasilan yang anda peroleh setiap bulan dari hasil jerih payah kita bekerja selama sebulan.

Bagi orang yang selalu mengeluh pada saat menerima gaji dengan mengatakan saya sudah bekerja keras setiap bulan dan memperoleh gaji segini mana cukup ? Gaji yang saya terima hanya numpang lewat saja tidak berasa sama sekali. Itu sama artinya anda tidak menghargai penghasilan anda dan malahan anda menghina penghasilan anda termasuk anda menghina diri anda sendiri karena anda yang bekerja dan memperoleh penghasilan.

Seberapa kecilpun penghasilan anda wajib anda hargai, karena penghasilan tersebut dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan anda setiap bulan. Coba anda bayangkan seandainya anda tidak memiliki penghasilan sama sekali, bagaimana anda mempertahankan hidup anda ? Berapapun besarnya penghasilan anda wajib anda pertahankan sampai masa depan karena dengan penghasilan tersebut dapat membuktikan dan membantu anda menjalani hidup ini.

Besar-kecilnya suatu penghasilan bukanlah suatu ukuran untuk kita mengatakan cukup tidaknya penghasilan itu bagi kita, kalau kita juga tidak pernah merencanakan berapa pengeluaran kita setiap bulannya. Dengan merencanakan penyisihan yang akan kita lakukan setiap bulan untuk diri kita sendiri dan pengeluaran rutin, kita dapat mengubah pemikiran kita tentang penghasilan yang kita terima setiap bulan.

Menghargai penghasilan kita sama artinya kita juga menghargai diri kita sendiri dan kemampuan kita dalam memperoleh penghasilan. Pola konsumsi yang selalu menyebabkan orang lupa akan betapa pentingnya penghasilan itu bagi keluarga dan dirinya sendiri sehingga mereka bukan menghargai penghasilannya malahan melakukan sebaliknya. Hargailah penghasilan anda walaupun kecil karena penghasilan anda yang menghidupi anda dan keluarga.